7 kelebihan smartphone dengan Teknologi Sidik Jari
Teknologi Canggih Sidik Jari
![]() |
| teknologi sidik jari |
Bedahtekno.net - sekarang akan membahas mengenai teknologi sidik jari yang sedang marak di terapkan pada smartphone canggih masa kini
Secara simpel fingerprint bekerja dengan "merekam" sidik jari seseorang, kemudian menyimpan pola khasnya. Identifikasi dilaksanakan dengan membandingkan data yang sudah tersimpan tersebut. Jika ditetapkan sama, akses otomatis terbuka. (kompas.com)
Pertanyaannya, bagaimana mesin pemindai "membaca" pola sidik jari?
Sidik jari terdiri dari tidak sedikit garis menonjol yang ingin melingkar-lingkar. Hal ini dapat terlihat jelas, salah satunya saat kita menciptakan cap jari memakai tinta guna surat-surat resmi.
Dari situ dapat dilihat, satu sidik jari saja memiliki tidak sedikit pola rumit. Jika seluruh pola ini digunakan, proses identifikasi sidik jari bakal memakan waktu terlampau lama. Sebaliknya, andai pola yang dipungut terlalu sederhana, bisa jadi pemindaian tidak cukup akurat.
baca juga paket internet 30rb 30GB
Sebagai solusi, mesin pemindai melulu menangkap dan menyimpan tiga jenis pola pada guratan sidik jari. Pola dipungut dari unsur yang pada hasil cap jari tintanya tampak lebih tebal.
Pola tersebut di antaranya, ujung garis (ridge ending), garis berbelah (bifurcation), dan garis pendek serupa titik (short ridge). Tiga rinci pada sidik jari ini tak pernah didatangi sama pada manusia.
Untuk memindai, mesin memerlukan sensor. Jenis sensornya pun beragam. Optis atau optical fingerprint imaging, misalnya, memanfaatkan cahaya ketika merekam pola sidik jari. Cara kerjanya serupa mesin fotocopy.
Jari ditaruh di atas suatu scanner—biasanya berbahan kaca. Lalu, dari bawah scanner, pemancar cahaya menerangi permukaan ujung jari. Pantulan cahaya kemudian diciduk alat penerima sehingga potret sidik jari juga didapat.
Sayangnya, kiat ini memiliki sejumlah kekurangan. Pola sidik jari yang didapat paling bergantung pada situasi kulit telapak jari. Jika jari kotor atau kulit sedang terkelupas, misalnya, pemindai dapat saja tidak berhasil mengenali sidik jari.
Akibat kelemahan tersebut, ponsel pintar lebih memilih memakai sensor ultrasonik atau kapasitans (capacitive). Sensor ultrasonik, cocok namanya, memanfaatkan gelombang saat memindai sidik jari laksana pada ultrasonografi (USG) yang kerap dipakai untuk kebutuhan medis.
Hasil pemindaian sidik jari dengan sensor tersebut telah berkualitis tiga dimensi (3D) sehingga bisa jadi pemalsuan lebih rendah. Identifikasi memakai sensor ultrasonik pun tak bergantung pada kualitas kulit jari.
Teknologi fingerprint berfungsi digunakan guna absensi.Pada gambar disamping ialah perkembangan dari teknologi mesin absensi/presensi. Pada gambar unsur kiri ialah mesin yang sering dipakai dengan memakai kertas yang lantas dimasukkan di unsur atasnya. Kemudian sebelah kanannya ialah mesin absensi yang memakai sidik jari.
Pemakaian mesin ini tidak jarang kita jumpai pada perusahaan perusahaan atau pabrik pabrik yang berskala besar. Coba anda bayangkan bilamana pabrik itu mempunyai karyawan 2000 orang, maka berapa ton kertas yang dipakai hanya guna absensi saja? Belum lagi untuk kebutuhan kantor yang lain. Karena kini sedang trend global warming dan trend segala kegiatan dengan memakai kata awalan ‘green’,maka teknologi yang mesin yang memakai kertas,lambat laun mulai di tinggalkan dan semua pengusaha mulai melirik ke teknologi mesin absensi sidik jari.
Mungkin dengan memakai teknologi absensi sidik jari ini membutuhkan modal yang lebih banyak dari memakai teknologi yang lama.Akan tetapi, dalam segi perawatan,mesin ini lebih mudah diasuh daripada mesin yang lama,mungkin sebab onderdil mesin yang lama telah tidak diciptakan lagi dan yang lain. Segi pemakaian pun akan lebih mudah,kemudian dalam keseharian,karyawan tidak akan dapat titip absen kecuali kulit jempolnya di titipkan ke temannya.
![]() |
| sidik jari |
Jadi teknologi ini lebih berfungsi dan ramah lingkungan daripada teknologi yang lama.
Berdasarkan keterangan di atas, proses identifikasi fingerprint memang tampak lebih rumit dibanding kode angka atau pattern. Tapi, sistem ini sangat mempermudah pemakai smartphone. Tak perlu menilik kode, pemakai lumayan menempelkan jari dan akses smartphone juga terbuka.
Wajar, permintaan ponsel pintar yang dilengkapi fitur tersebut kian merajalela. Produsen ponsel juga semakin energik menempelkan teknologi fingerprint pada produk mereka.
pemanfaatan teknologi sidik jari ini pun sudah tidak sedikit di masa kini. mulai dari smartphone yang telah mempunyai fitur itu untuk menciptakan smartphone semakin aman dari pencurian
selain tersebut juga presensi di lokasi kerja, sekolah maupun perusahaan dengan fingerprint ini
baca juga fungsi usb otg
Kelebihan Fingerprint pada smartphone
1. Keamanan yang tinggi
Tidak butuh diragukan lagi, andai faktanya bahwa sidik jari manusia tersebut berbeda, teknologi fingerprint benar-benar aman dan terpercaya. Sehingga tidak terdapat yang dapat membuka hp kita secara sembarangan.
2. Mudah
Bohong, bila tidak merasa kendala dengan sistem ketenteraman kata sandi atau pola yang terkadang dapat lupa. Fingerprint mempermudah pemakai karena melulu perlu menempelkan jari yang telah terdaftar pada perangkat.
3. Tampilan
Bagi beberapa orang, perlengkapan yang telah dilengkapi teknologi fingerprint ini tampak lebih anggun dan kesan mahal. Dan tentunya, berhubung masih jarang smartphone yang telah dibekali fingerprint, menciptakan pemilik smartphone dengan sistem fingerprint mempunyai tampilan bertolak belakang dan mencolok.
4. Data lebih aman
Ada fitur di fingerprint yang dapat mengunci data dan hanya dapat pemakai perlengkapan saja yang mengakses, lalu software juga dapat dikunci dan hanya dapat dibuka dengan sidik jari. Jadi aman dan tidak gampang dibobol.
5. Selfie
Sudah berpose dan siap memungut gambar dengan hp kamera terbaik, tapi mesti repot untuk mengurangi tombol kamera. Dengan finger print anda tidak bakal merasakan urusan tersebut lagi. Cukup meletakan jari pada sensor dan kamera bakal segera mengabadikan momen dan selfie.
6. Mematikan alarm
Masih merasa ngantuk namun alarm terus berbunyi tanpa henti? Jika dengan smartphone biasa me sti cari dulu letak non-aktifkan alarm disebelah mana dan baru berhenti. Dengan teknologi ini, pemakai lumayan menempelkan jari pada sensor dan alarm bakal langsung mati.
7. Notifikasi di layar
Banyak chat, panggilan tidak terjawab atau pengumuman apapun, bakal berjejer apik di panel notifikasi diatas layar. Bagi membuka dan menyaksikan notifikasi butuh menggeser layar ke bawah, namun di teknologi fingerprint, pemakai melulu perlu menggeser jari ke bawah dibagian fingerprint dan mengetuk dua kali untuk mencuci notifikasi.
baca juga mengatasi xiaomi lemot
Kelemahan Fingerprint pada smartphone
1. Bisa diduplikasi
Masih ingat mainan lilin yang dapat dibentuk atau Play-Doh yang dapat dicetak atau dibentuk? Ternyata, dari kedua mainan itu sidik jari dapat diduplikasi. Dalam uji jajaki iPhone 6 dan Galaxy S6 Edge, hasil sidik jari cetak dari mainan anak dapat bisa menduplikasi sidik jari dan dapat membobol sistem fingerprint pada smartphone. Apa ada teknik lain? Tentu saja ada. Seperti memfoto sidik jari orang dengan potret beresolusi tinggi atau memakai hasil cetak printer dengan kertas dan tinta khusus, tentunya.
2. Tidak dapat diubah
Sidik jari yang telah disensor oleh sistem ketenteraman yang terdapat dismartphone bakal tersimpan dan hanya dapat terbuka oleh sidik jari yang telah terdaftar dan tidak dapat diubah lagi. Repotnya, andai data sidik jari anda dicuri, pencuri itu akan mempunyai akses terhadap ketenteraman selamanya. Berbeda dengan sistem ketenteraman kata sandi yang dapat diubah secara rutin demi keamanan. Meski perlu waktu lama guna buka kunci ketenteraman smartphone dan dapat saja tak sempat kata sandi, paling tidak dapat diubah dan rentan diretas atau dibobol.
3. Data tersimpan di lokasi lain
Hampir seluruh warga Indonesia memakai E-KTP, bukan? Saat penciptaan E-KTP, tentu masih ingat bahwa sidik jari jadi susunan pembuatan. Data sidik jari yang menciptakan E-KTP ditabung dalam data base, namun bagaimana andai diretas? Tentu saja bakal repot dan orang dapat menyalahgunakan guna membuka sistem ketenteraman sistem smartphone kita.
4. Sensor tidak mengenali
Kita tidak pernah tahu bahwa jari luka, bukan? Dengan sistem sensor fingerprint, andai bagian jari luka atau sobek tepat disidik jari, smartphone tidak akan dapat terbuka sebab data tidak terverifikasi atau sensor tidak mengenali sidik jari nya.
demikian adalah informasi menhenai teknologi sidik jari yang sedang marak berkembang di era teknologi masa kini


0 Response to "7 kelebihan smartphone dengan Teknologi Sidik Jari"
Post a Comment